Kamis, 19 Januari 2012

Achmad Mustakim : Direktur Bisnis Terbaik Sepanjang Masa (1)

Quote yang saya post beberapa hari yang lalu mengingatkan saya pada salah satu teman dekat semasa di kuliah. Seorang Direktur Bisnis Kopma dr.Angka ITS tahun 2009, sosok utama di belakang keberhasilan Kopma dalam menaikkan omzet  hingga berkali-kali lipat di masa itu. Dia adalah Achmad Mustakim, alumni Teknik Industri angkatan 2006. Berikut ini beberapa hal yang membuat saya selalu ingin bertemunya meski terpisah jarak yang teramat jauh.
 
1. Risk Taker dan Pantang Menyerah
Suatu ketika Takim pernah bercerita tentang kondisi finansialnya saat itu. Di saat kebanyakan mahasiswa memperoleh fasilitas yang lebih dari cukup dari orang tuanya, termasuk uang saku, kendaraan, dan fasilitas lainnya. Dia justru mengambil resiko untuk menggunakan uang sakunya yang pas-pasan dan fasilitas yang terbatas untuk berbisnis. Ya, dia merupakan satu dari sebagian kecil mahasiswa yang menghidupi dirinya sendiri dari hasil jerih payahnya. Dan dia berhasil! His dad didn't give a fish but taught how to fish.

Pantang Menyerah.
Dia termasuk pemuda yang pantang menyerah. Tak terhitung berapa banyak tender bisnis yang telah sukses ia menangkan. Saat proyek jas almamater, dia rela belusukan ke sana kemari, siang-malam, hujan maupun panas, hanya untuk mencari raw material dengan harga paling bersaing dan acceptable in quality.
Sedang untuk urusan asmara, lagi-lagi Takim bukan tipikal pemuda yang mudah dipatahkan hati dan semangatnya. Selalu ada gairah dan ide untuk meluluhkan hati si idaman.hehe

2. Sayang Ibu dan Bapak.
 Bila saya diminta menyebutkan nama seorang teman yang begitu sayang kepada orang tuanya (terutama Ibu), sudah pasti akan keluar nama Achmad Mustakim dari mulut saya. Dia sangat semangat pulang pergi Surabaya - Kertosono secara rutin untuk menjenguk kedua orang tuanya. Pernah suatu ketika dia mendapat kabar bahwa sang Ibu terpleset-terjatuh di rumah, tanpa pikir panjang motor dipacunya dari kampus langsung ke rumah. Bagi saya dia lah sosok yang sangat mencintai orang tuanya. Selama bersamanya, berkali-kali dia bercerita tentang keluarganya, selama itu pula kepala saya selalu teringat kepada kedua orang tua saya di rumah.

Bagi saya dan Takim, peran kedua orang tua teramat besar bagi kesuksesan kami. Bahkan untuk urusan pekerjaan pun, orang tua termasuk pertimbangan kami yang utama. Hingga hari ini, saya sangat merindukan kehadiran sosok sepertinya untuk selalu mengingat orang tua.
 
3. Cerdas.
Diantara 7 orang direksi Kopma Dr.Angka ITS, dia termasuk yang paling cerdas!! Meski kesibukannya di Jurusan Teknik Industri, Kopma, dan program PPSDMS begitu padat, prestasi akademiknya selalu menunjukkan hasil yang mengagumka. Bila bukan karena kecintaannya pada Kopma, bisa saja dia lulus di semester 7 dan IPK diatas 3.5. Semua dia tunda hanya karena amanah di Kopma yang harus diselesaikannya hingga semester 8.

Kecerdasan dan kelebihannya di bidang eksakta sangat membantu karirnya di dunia bimbingan belajar. Bisnis sampingan yang sudah digelutinya sejak masuk kuliah. Bahkan sampai sekarang masih terus dikembangkan hingga memiliki beberapa ruko dan cabang. Sekali lagi he had inspired me, really!!

4. Mature.
Terlahir sebagai anak tunggal tidak kemudian membuat Takim tumbuh dan berkembang menjadi anak yang manja, justru sebaliknya. Dibesarkan dalam kondisi keluarga yang sederhana telah mencetak karakter yang sangat kuat di dalam dirinya. Berkali-kali dia membantu saya memecahkan masalah yang terlihat sangat sulit untuk diselesaikan. Kedewasaannya dalam berpikir dan bertindak telah mengingatkan saya untuk selalu berjiwa besar, rendah hati, dan menghargai sesama.

Kopma kami pernah memiliki masalah dengan seorang karyawan. Bahkan ketika saya pun telah kehabisan ide untuk menanganinya, Takim selalu hadir dengan ide yang sangat wise dan brilliant. Khusus untuk hal ini, saya masih terus belajar darinya. Thanks Takim!!


5. Periang dan Pelawak Sepanjang Waktu.
Saya harus jujur, masih banyak lesson learn yang belum saya ungkap dari sosok Takim. Dan akhirnya, ini adalah lesson learn terakhir untuk edisi hari ini.. Dia adalah orang yang sangat riang dan gembira, anywhere and anytime.  Bersamanya, saya dan dia lebih mirip Azis Gagap dan Sule OVJ. Kami berdualah sumber kegembiraan sekaligus kegilaan di Kopma. Hehehe.

Saat-saat terpisah jauh seperti inilah yang membuat saya rindu akan kehadirannya. Sesulit apapun, sepelik apapun, seberat apapun masalah yang menghadang, akan terasa sangat ringan bila dihadapi bersama.
Satu lagi, kami sama-sama pernah hidup di pesantren mahasiswa. Meski berbeda yayasan, namun memiliki tujuan yang hampir sama, Create A Future Leaders!! Kami berjanji tidak akan pernah berhenti belajar dan berkembang.

--Karena kami sadar, hidup bukan sekedar menghabiskan sisa umur namun bagaimana membuat umur yang tersisa lebih bermakna--

Inilah cerita tentang Direktur Bisnis Terbaik yang pernah saya jumpai. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas segenap waktu, diskusi, inspirasi, dan sumbangsihnya. Nama Achmad Mustakim telah terukir di sejarah perjalanan hidup saya. Selanjutnya saya akan bercerita tentang Ajeng Nina Rizqi, Tety Dewi Novita Sari, Novi Rahmawati, Rudyana Christyanto, dan Bagus Puji Laksono. 


Bertarung!! Inilah saat Takim dan saya beradu program kerja dalam pemilihan Dirut Kopma dr.Angka ITS tahun 2009

Duet maut!!Bersatu padu penuh percaya diri!!

Takim dan saya saat menjalani masa karantina dalam rangka pemilihan Pemuda Penggerak Koperasi Jawa Timur 2009.

Have a holiday!! Takim dan saya saat rekreasi karyawan Kopma ke Malang.

Jogja!!! Takim dan saya saat study banding Kopma dr.Angka ITS ke Kopma UGM.



Keep Learning, Keep Growing!!
NB : setelah saya perhatikan semua foto, saya selalu di sebelah kiri Takim dan begitu pula sebaliknya. Mungkin bila Takim menajdi seorang Presiden, kelak saya yang jadi Wakil Presiden.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar