Selasa, 30 November 2010

Sederhana dalam hidup kaya dalam karya

Kita akan mengerti arti pertemuan setelah mengalami perpisahan
Kita akan mengerti arti persahabatan setelah mengalami permusuhan
Kita akan mengerti arti kemenangan setelah mengalami kekalahan
Kita akan mengerti arti kebahagiaan setelah mengalami kesedihan
Kita akan mengerti arti A setelah mencapai Z
Kita akan mengerti makna header setelah kita mencapai footer
Kita akan mengerti arti abstrak setelah mencapai daftar pustaka
Kita akan memahami indahnya sibuk setelah kita memasuki masa2 useless
Kita akan merindukan amanah dan saat2 prodduktif ketika kita memasuki masa pensiun
Kita akan mengerti arti hidup setelah mengalami kematian

Hidup ini bukanlah proses singkat yang berlalu begitu saja. Melainkan sebuah proses panjang yang akan terasa singkat bila kita melewatinya tanpa karya.
Mengisi hari hari dengan karya akan membuat hidup ini terasa lebih berwarna, bermakna, dan bermanfaat.
Marilah kita ciptakan legenda pribadi dalam lembaran hidup ini..
Sederhana dalam hidup, kaya dalam karya

Sabtu, 27 November 2010

satu enam delapan

Aku memang belum punya mobil
Yang bisa teduhkanmu dari hujan
Tapi aku punya lagu
Yang bisa menghangatkanmu di setiap saat
Aku memang nggak funky
Tapi bukan gembel yang hidup tanpa usaha

Tapi kalau kamu sadar
Yang kita butuhkan bukan hanya funky style/materi
Yang kita butuhkan…..

Tapi kalau benar kamu cewek baik
Kamu pasti falling in love with me
K
arena aku bisa membuaimu
Terbang melayang ke sana ke mari…
Wow…

Tapi kalau kamu sadar
Yang kita butuhkan bukan hanya materi
Yang kita butuhkan…..

Pegang erat pinggangku saat kita melaju
Di atas bintang-bintang/dua roda
Dendangkan serta lagu kesayanganmu
Seperti sedia kala
Dimana kita terangkai bersam
a

Percaya apapun yang
akan terjadi nanti
Kau tetap pesona rahasia
di lagu ini
Tak peduli berapakah
berat badanmu nanti
kau tetap yang ter..muah
dihati

Kuakui ku tak hanya hinggap di satu hati
Kutakuti ku terlalu liar
tuk dimiliki
Walau begitu semua
hanya persinggahan egoku
Sifatmu tlah merobohkan aku

Dan waktupun terus berlari
Dan akupun smakin
mengerti
Apa yang akan ku
hadapi
Apa yang akan aku
cari

Aku tuliskan lagu sederhana
Untuk dirimu yang
sangat bijaksana
Memahamiku dan
mencintaiku apa adanya….

Aku goreskan lirik sederhana
Untuk dirimu yang sangat bijaksana
memahamiku dan mencintaiku
apa adanya…


Tenangkan resahku,
Bila langkahku terasa berat

Teduhkan jiwaku,

Bila matahari bersinar terlalu pijar

Karena dirimu satu-satunya yang kuandalkan

Saat diriku tak mampu berdiri di sini,
sendiri

Ceritakan sayang
Hari-hari yang t’lah kau lalui
Katakanlah sayang

Semua hal yang kau benci dari diriku

Tunjukan
padaku…
Kau slalu mencintaiku

Jadilah…

Pelindung bagi sayapku

Aku berjanji aku berjanji

Slalu menemani langkahmu
Dalam setiap helai napasmu

Bangunkan tidurku

Bila kau terjaga lebih dulu

Bergegaslah sayang

Kita isi indahnya makna hari ini


Serapuh kelopak sang mawar

Yang di sapa badai berselimutkan gontai

Saat aku menahan sendiri di terpa

Dan luka oleh senja …


Semegah sang mawar di jaga

Matahari pagi bermahkotakan embun

Saat engkau ada di sini dan pekat

Pun berakhir sudah


Akhirnya aku menemukanmu

Saat ku bergelut dengan waktu

Beruntung aku menemukanmu

Jangan pemah berhenti memilikiku

Hingga ujung waktu


Setenang hamparan samudra

Dan tuan burung camar

Takkan henti bernyanyi

Saat aku berkhayal denganmu

Dan janjipun terukir sudah


Jika kau menjadi istriku nanti

Pahami aku saat menangis

Saat kau menjadi istriku nanti

Jangan pemah berhenti memilikiku

Hingga ujung waktu..



*taken from Album 07 Des by Sheila on 7

Minggu, 31 Oktober 2010

Nikmat yang terlupakan..

.."Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan"..QS:55:18

.."Seringkali kita tidak menyadari betapa berharganya Nikmat dari Nya, hingga nikmat itu pergi meninggalkan kita"..

Salah satu hal yang membahagiakan bagi saya, *selain pelajaran kosong/libur, adalah menemukan kembali sandal yang hilang.

Yah!!!Saya baru saja diuji dengan hilangnya sandal butut kesayangan :(. Akhirnya setelah hampir 2 minggu ditenggarai raib, sandal kesayangan milik saya*seperti terpampang dalam gambar diatas kembali diketemukan. Setelah sempat terdeteksi keberadaannya di lab desain, kemudian mendadak raib di markas shell-eco marathon, akhirnya kedua sandal saya ditemukan dalam kondisi utuh *kanan-kiri lengkap!gak kurang dan gak nambah, di sekretariat lembaga bengkel mahasiswa teknik mesin.

*untung belum sempat bikin selebaran macam orang kehilangan stnk,,,:D

Di bumi ini, ada jutaan org yang mengimani bahwasannya segala sesuatu yang terjadi pastilah mengandung pesan tertentu dari Yang Maha Kuasa, dan saya adalah 1 dari jutaan org tersebut. Peristiwa ini mengingatkan betapa mensyukuri nikmat itu memang sebuah keharusan. Ungkapan syukur pun bukan hanya diwujudkan dalam ucapan Alhamdulillah, namun diikuti upaya untuk menjaga nikmat tersebut. *sandal ini hilang karena saya teledor menempatkannya secara sembarangan.

Peristiwa ini kembali menyadarakan saya betapa 2 tahun terakhir, saya melewati hari-hari yang luar biasa di sdmiptek. Momen berdiskusi dan bercengkerama selepas Isya, momen mengejar deadline resume dan artikel bulanan, momen bertemu orang-orang hebat macam Mas Guntar, Pak Mukhtasor, Mas Rio, Sabeum Johan, dan lain sebagainya, momen family meeting, momen bercanda dengan Bu Tuti (Bu BCL : bu cuci laundry), momen curi-curi waktu ngenet di malam hari, momen mencuci baju bersama, momen bermain bola, momen curhat ala anak muda, momen ngerjain sesama anak asrama, momen bolos ngaji *hehehe, dan momen menggelikan lainnya. Terlepas dari itu semua, selayaknya saya bersyukur karena lingkungan yang kondusif ini banyak membantu saya kala melewati keadaan genting.

Ah sudahlah, masa- masa itu sudah lewat. Terlalu lama bernostalgia pun ndak akan membawa banyak kebaikan. Saatnya bangkit kembali, berlari mengejar mimpi mimpi yang masih berkeliaran *macam binatang ternak aja belum dimasukkin ke kandang.

Secara khusus,artikel ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diterima. Secara umum saya dedikasikan untuk ::

  1. Teman-teman saya di seluruh penjuru dunia*hehehe,. Marilah bersyukur karena hingga detik ini masih sehat Rek. Di luar saya banyak juga teman kita yang tepar, sakit, lemah, dan tak berdaya.Belum lagi bila kita tengok saudara-saudara kita di mentawai merapi.
  2. Teman-teman saya yang sedang meniti karir. Banyak bersyukurlah, jangan terus-terusan memaki keadaan / mengeluh bilamana pekerjaan kalian sangat membosankan. Ingatlah, masih banyak di luar sana yang berjuang mencari pekerjaan.
  3. Teman-teman terbaik saya yang masih cari kerja, atau bahkan yang masih kerja di Djarum (Djaga Roemah), BI (Bantu2 Ibu), Pengacara (pengangguran banyak acara), dll,,Coba untuk terus nikmat yang sudah didapat, di kampus ini masih banyak pemuda-pemuda uzur yang berjuang meraih kelulusan dan menyelesaikan TA. Getting the job was just matter of time. We already believed in your skill.
  4. Teruntuk teman-teman yang sedang berjuang menyelesaikan tugas akhir. Jangan pernah menyerah kawan! Diluar sana masih banyak mahasiswa yang hanya untuk sekedar lulus PEM (Perencanaan Elemen Mesin) pun sulitnya gak ketulungan.
  5. Teman-teman yang masih kuliah pun harus banyak mensyukuri nikmat, karena banyak teman-teman yang sudah lulus malah stress cari kerja, sedangkan yang sudah kerja malah ada yang stress pengen balik ke kampus buat kuliah.
  6. Sedangkan teman-teman yang masih aktif atau sibuk di organisasi mahasiswa juga harus tetap bersyukur, karena masih banyak mahasiswa-mahasiswa uzur *yang hidupnya hanya berkutat denagn TA, merindukan aktivitas-aktivitas liar sebagaimana yang sering dilakukan kala beraktivitas di organisasi mahasiswa.
  7. Kalau untuk teman-teman yang punya pacar, jangan ngeluh terus kalo pacarnya suka rewel, suka ngrepotin, suka bawel, suka cemburu, suka berisik,dan suka ganggu jam tidur. Sadarilah masih banyak orang di luar sana *termasuk saya sepertinya, yang merindukan kehadiran orang spesial, yang mengingatkan saat jam makan tiba, yang menanyakan kabar tiap malam, yang selalu mengucapkan selamat pagi sebelum menjalani aktivitas sehari-hari.
  8. Nah buat yang jomblo *termasuk saya, juga ndak boleh sedih. Bersyukurlah karena setidaknya kita ini masih memiliki ketertarikan terhadapa lawan jenis *normal. Karena masih banyak diluar sana yang sedang berjuang mengembalikan orientasi yang terlanjur salah jalur*hahaha. Sadarilah, semua yang kita alami bukan disebabkan masalah fisik kita yang kurang ganteng, tapi justru karena kita terlalu tampan untuk dimiliki sehingga banyak orang yang ngeper *hehehe mencoba menaikkan moril. Semua ini hanya masalah waktu saja kok.

Dan pada akhirnya kita semua harus tetap mensykuri nikmat. Dan bersyukur itu tidak perlu menunggu sampai sandal kesayangan kita raib diambil orang. Mulai dari sekarang ayok bersama-sama saling mengingatkan untuk terus mensyukuri nikmat.

Karena kemudian nikmat itu akan terasa indah ketika kita syukuri.



Essa Abubakar Wahid



Kamis, 25 Maret 2010

Teknologi Militer

Saya berdiri di depan panser Anoa. Foto ini diambil saat kerja praktik.
...Sejarah mencatat bahwa Indonesia merupakan salah satu Negara yang mampu meraih kemerdekaan dengan keringat sendiri. Tidak banyak Negara yang mampu menyamai raihan Indonesia. Bayangkan saja bangsa yang terjajah selama 3.5 abad lamanya mampu melepaskan diri dari kungkungan penjajah, dan tampil sebagai bangsa merdeka... 

Hal yang menarik adalah, bangsa Indonesia tidak pernah mengandalakan kekuatan senjata, hanyalah semangat dan strategi yang akhirnya membawa bangsa ini mampu mengimbangi kekuatan militer bangsa lain. Berbagai pertempuran yang pernah terjadi, mulai dari perang kemerdekaan hingga perang revolusi, hampir dapat dipastikan kekuatan penjajah saat itu jauh lebih modern. 

Beberapa tahun kemudian, Presiden Soekarno mulai memperkuat armada militer dengan persenjataan dari Uni Soviet. Kala itu memang bangsa Indonesia belum sepenuhnya menguasai teknologi militer. 64 tahun kemudian setelah proklamasi dikumandangkan, bangsa Indonesia masih belum saja tampil dengan kekuatan militer yang maju dan mandiri. Bahkan bila dibandingkan pada saat Presiden Soekarno mengimpor persenjataan dari Uni Soviet, relative masih kalah jauh. Kalah jauh bukan berarti peralatan saat ini lebih buruk, namun bila dibandingkan dengan Negara tetangga saat itu peralatan militer Indonesia sangat disegani. 
Berlanjut ke Presiden Soeharto, teknologi militer mulai berkiblat ke Amerika Serikat. Namun hingga saat ini, kebijakan kebijakan tersebut belum mampu membawa alih teknologi yang signifikan. Setidaknya saat ini Indonesia masih dipandan sebelah mata bila berbicara tentang peralatan tempur.

Lalu apa yang membuat Indonesia masih saja belum mandiri dalam pengadaan teknologi militer? Berbicara tentang sumber daya manusia, saya meragukan jikalau Indonesia kekurangan tenaga ahli. Pemerintah selama ini telah mengirimkan putra putri terbaik bangsa untuk menuntut ilmu di berbagai Negara maju. Belum lagi putra putri banga yang menuntut ilmu di dalam negeri. Sumber daya alam pun sama. Kekayaan alam yang melimpah tak perlu lagi diragukan. Persoalannya adalah kemauan dan kepercayaan diri. Saat ini teknologi militer masih dianggap sebagai hal yang tertutup bagi umum. Padahal, bila kita mau memanfaatkan keberadaan lembaga penelitian dan lembaga pendidikan yang ada (Institut), kita bisa mengembangkan sebuah teknologi yang mandiri. Keberadaan guru besar di masing-masing institut ditambah darah segar para mahasiswa, saya yakin teknologi militer bukanlah sesuatu yang mustahil untuk ditaklukan. 

Teknologi yang harus dikejar tidak hanya militer, ada juga pertanian dan pertambangan atau energi. Hendaknya mulai saat ini pemerintah mulai mengarahkan segala penelitian ke arah bidang tersebut. Hal ini bertujuan agar tercipta sebuah keselarasan dalam pengembangan teknologi. Radar anti pesawat siluman, kapal selam siluman, pesawat tempur, panser, dan robot pengintai, bukan tidak mungkin kita produksi sendiri. Namun dengan syarat, pemerintah mampu menghimpun potensi yang ada menjadi sebuah kekuatan bersama. 

Bagi para mahasiswa, pemikiran bahwa Indonesia adalah bangsa yang terbelakang hendaknya jangan dilanjutkan ke arah rasa rendah diri. Justru hal ini dijadikan sebagai cambuk untuk bersama sama bangkit membangun bangsa menuju kemandirian teknologi.

Keep Learning, Keep Growing!!