Jumat, 18 Desember 2015

Happy Friday

Good morning all

In the beginning of the day, there's always a reason to go to work with full of spirit. Then in the end of the day, there's a reason to go back home safely.

This pict shows one of my reason. The future leader, Umar Azka Al Faruq Wahid.

Find your own and enjoy your life.

Keep Learning, Keep Growing.

Selasa, 21 April 2015

Narasi Bebas 20/04 : Teruntuk Anakku Umar

Well, inilah gambar untuk narasi bebas malam ini (20/04/15).



Tren te teng..dan di dalam kereta Taksaka Malam, perjalanan dari Kroya menuju Jakarta, lahirlah karya ini (dengan beberapa perubahan).



TERUNTUK ANAKKU UMAR

Usia kandungan Ummimu sudah masuk bulan ke 7 sewaktu kau berulang kali menendang perut Ummimu.Tak sekali dua kali kau tendang perut Ummimu. Seiring bertambahnya usia, intensitasmu menedang Ummi makin tinggi.Abimu hanya bisa nyengir kegirangan, sementara Ummimu meringis kesakitan.

Sebenarnya bola bukanlah hal baru di keluarga besar kita. Kakek buyutmu pernah kehilangan sebagian besar giginya karena bermain bola. See, betapa hebohnya masa muda kakek buyutmu dulu.

Belum lagi Abimu ini nak. Meski tak jago (baca : tidak bisa) menggiring bola dengan baik dan benar, tapi kemampuan Abimu mencetak gol tak boleh dipandang sebelah mata. Soal positioning di depan gawang, Abimu bisa disamakan dengan Filippo Inzaghi.

Saat tim lawan bergerak maju menyerang, Abimu tetap bertahan di garis pertahanan lawan. Hingga waktunya kawan berhasil mencuri bola dan mulai menyerang balik, Abimu menjadi orang pertama yang ada di daerah pertahanan lawan. Selangkah lebih maju kan (Hehe).

Tapi itu cerita dulu, saat Abimu belum menikah. Saat bola memiliki daya tawar untuk berkompromi dengan urusan lain. Sekarang semuanya agak sulit bagi Abi. Bukan karena kemampuan Abimu yang menurun. Bukan karena fisik Abi yang tak seprima dulu. Bukan pula karena berat badan dan lingkar perut yang mulai melebar. Tapi karena kesempatan untuk bermain bola yang makin terbatas.

Di luar sana, banyak orang yang menutupi ketidakmampuannya bermain bola dengan jalan memindahkan impiannya ke anak. Mereka sekolahkan anak-anaknya ke dalam sekolah sepakbola bergengsi. Mereka begitu terobsesinya agar anaknya pandai bermain bola dan menjadi superstar di kemudian hari.

Tapi Abi tidak. Sama sekali tidak nak. Tak perlu kau mahir bermain bola. Tak perlu kau menguasai teknik mengumpan ala David Beckham. Tak perlu kau jago menggiring bola seperti Zinedine Zidane. Tak penting juga kau menendang seperti C. Ronaldo.

Bagi Abi, cukuplah kau suka pada bola. Cukuplah bola menjadi hobi beratmu nak. Supaya Abi punya alasan ke Ummimu untuk kembali bermain bola.

“Mi Ummi, Umar nangis minta ditemenin main bola nih. Kita berdua keluar dulu ya.”

Atau paling tidak,

“Mi, Ummi, malam ini  MU main. Abi nemenin Umar nonton ya.”

 

Keep Writing, Keep Growing!!

Selasa, 14 April 2015

One Week One Paper, Gardu Energi Yang Selama Ini Kami Cari

Salah satu penulis dan trainer kondang, Jamil Azzaini, pernah menulis dalam bukunya. Bahwa untuk mengakselerasi dan mempertahankan spirit, kita perlu mendekat atau selalu terkoneksi dengan orang-orang yang memiliki semangat dan energi yang lebih besar. Mereka disebutnya Gardu Energi.

Sama seperti yang saya pahami dengan hukum energi. Bahwa energi akan mengalir dari potensial energy tinggi ke potensial energi yang lebih rendah. Persis dengan semangat. Kita perlu mendekat atau bergabung dalam komunitas yang berisi orang-orang yang memiliki semangat tinggi supaya kita bisa tetap terus semangat. Setidaknya ada tangan-tangan yang akan membantu kita bangkit saat kita terjatuh.

Komunitas ini memiliki 3 agenda rutin tiap minggunya, selain setor artikel. Senin malam kita ada “Narasi Bebas”. Salah seorang akan upload sebuah gambar di grup, lalu dalam waktu yang terbatas kita berlomba-loma membuat narasi bebas dari gambar tersebut. Ini mengingatkan saya saat masih tergabung  di Teater Kretta. Kita terbiasa berpikir keras di sempitnya waktu untuk membuat sebuah pementasan.

Lain lagi di Selasa malam. OWOP memiliki thematic challenge. Salah seorang akan menyampaikan sebuah challenge, biasanya membuat sebuah karya sastra berdasarkan topik yag telah ditentukan. Bagi karya yang terbaik akan mendapakatkan hadiah ekslusif.

Lalu di Jumat malam, kita ada agenda sharing bersama penulis. Ini adalah sesi dimana kita kedatangan tamu yang bisa kita gali ilmu dan pengalamannya. Agenda-agenda ini membuat kita terus semangat yang seringkali

Itulah alasan kami berdua (saya dan istri) untuk bergabung dalam komunitas One Week One Paper (OWOP). Sebuah komunitas lintas usia, lintas kota, namun berisi orang yang memiliki kesamaan semangat dan passion, menulis.

Kami belumlah mahir dalam tulis menulis. Kami hanyalah dua insan yang masih terus belajar sembari meyelipkan inspirasi di tengah susunan kata yang kami rangkai dalam sebuah tulisan.

Tertarik bergabung di OWOP? Langsung saya kunjungi situsnya www.oneweekonepaper.com
Mari bersama berkumpul, menyatukan semangat, mengalirkan energi, dan melahirkan karya.

"Sederhana dalam hidup, Kaya dalam Karya". (Sheila on 7)
 




Keep Writing, Keep Growing!!

Jumat, 03 April 2015

Happy Milad Umar Azka AW

Teruntuk Pemimpin Masa Depan, Umar Azka

Tanggal 3 April 2015 ini, tepat Azka ulang tahun yang pertama. Satu tahun sudah Azka hadir mewarnai hidup Abi dan Ummi. Inilah salah satu periode pendewasaan diri yang bersejarah dalam perjalanan hidup Abi dan Ummi.

Pada awalnya, Azka dan Ummi tinggal bersama eyang uti di Surabaya, sementara Abi tetap di Tuban. Rencana awal, Azka dan Ummi boyongan ke Tuban setelah usia satu bulan. Namun, belum sampai sebulan, Azka dan Ummi sudah Abi bawa ke Tuban. Saat itu eyang kung harus operasi di Surabaya, sementara eyang uti pulang ke Bontang menjaga aunty.

Di sinilah tantangan Abi-Ummi untuk merawat dan membesarkan newborn baby tanpa bantuan eyang uti. Kita tidak punya sanak famili yang tinggal di Tuban, kalaupun ada itupun sangat jauh dari tempat tinggal Abi-Ummi. Alhamdulillah banyak tetangga yang membantu. Mereka sudah seperti orang tua sendiri bagi Abi-Ummi.

Minggu awal-awal di Tuban, Abi-Ummi sering terbangun di tengah malam karena Azka menangis. Bila bukan karena buang air atau haus, ya kepanasan. Urusan buang air, Abi-Ummi bergantian mengganti popok. Urusan haus, Alhamdulillah ASI Ummi mengalir lancar. Kapanpun Azka menangis, ASI dari Ummi selalu siap untuk Azka. Tidak heran jika Azka gampang terlelap setiap kali minum ASI. Kamar kontrakan kita waktu itu memang tidak terlalu nyaman. Bila jendela dibuka, banyak nyamuk yang masuk. Sedang kalau jendela ditutup, Azka yang kepanasan.

Hari hari berikutnya, tiada hari tanpa cerita tentang Azka.  Ada saja yang membuat Abi-Ummi takjub dengan Azka, terlebih bila melihat perkembangan Azka dari waktu ke waktu. Mulai dari awal tengkurap, menengadahkan kepala, duduk, mbajul (merangkak dengan perut-red), merangkak, merambat, mulai berjalan tertatih, hingga Azka bisa mengucap Aaabiii.

Belum lagi betapa terobsesinya Ummimu dalam urusan me-maintain berat badanmu. Satu ons saja berat Azka turun, saat itu juga Ummi bisa langsung turun mood-nya. Sebaliknya bila berat Azka terus naik, Ummi bisa teriak-teriak kegirangan. Masih banyak lagi kebahagiaan yang Abi-Ummii rasakan. Terlalu banyak bila harus dituliskan satu per satu.

Bila dibandingkan Abi-Ummi sewaktu kecil, kondisi Azka saat ini jauh lebih baik. Alhamdulillah Eyang dan Mbah bisa menyekolahkan Abi-Ummi hingga lulus sarjana. Hingga Abi-Ummi bisa mencari nafkah yang lebih baik. Bila dibandingkan dengan anak-anak seusia Azka saat ini pun, kita harus banyak bersyukur. Di luar sana masih banyak anak-anak yang tidak seberuntung Azka, memiliki keluarga besa dan lingkungan yang sangat mendukung kebutuhan Azka.

Di sisi lain, Azka lahir pada era dimana bangsa kita sedang membutuhkan banyak pemimpin berkualitas dan berakhlak mulia di segala bidang. Ummat ini membutuhkan pemimpin-pemimpin yang bisa tampil menjadi teladan, inspirator sekaligus pelindung bagi orang-orang lemah.

Oleh karenanya, Abi-Ummi berikan nama Umar Azka Al Faruq Wahid. Nama ini terinspirasi dari sosok Umar bin Khattab RA.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Wahai Ibnul Khattab, demi dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidaklah setan bertemu dengannmu di suatu jalan melainkan ia akan mengambil jalan yang lain dari jalanmu.” (HR. Bukhari, no.3480)

Doa Abi-Ummi, semoga kelak pada masanya, Azka bisa tumbuh menjadi pemimpin yang mewarisi karakter Khalifah Umar RA. Pemimpin yang ditakuti oleh lawan (bahkan syetan sekalipun). Pemimpin yang mampu menegakkan dan membedakan antara haq dan bathil. Pemimpin yang bersih hingga menjadi inspirasi dan panutan bagi generasi selanjutnya. Pemimpin yang mampu membawa peradaban ini menuju ke arah yang lebih baik.

Bila datang masa dimana Abi-Ummi semakin tua dan tak berdaya, terus doakanlah kami berdua agar selalu istiqomah di jalan Allah.Sayangilah Ummimu tiga kali melebihi sayangnya Azka untuk Abi. Pengorbanan yang telah Ummi keluarkan jauh melebihi apa-apa yang telah Abi berikan untuk Azka. Karena tak ada yang bisa menandingi besarnya pengorbanan mengandung selama 9 bulan dan sakitnya saat melahirkan.

Dua hal yang tak akan pernah Abi rasakan seumur hidup. Terus tumbuh anakku. Terus berkembang anakku.

Salam sayang selalu untuk Azka.



Keep Learning, Keep Growing!!

Kamis, 26 Maret 2015

Kisah Seorang Pemuda Kaya dan Pakaiannya

Konon di sebuah negeri terdapatlah seorang pemuda yang sangat ulet. Kerja kerasnya selama bertahun-tahun membawanya tumbuh menjadi  seorang pengusaha yang kaya raya. Kekayaannya meliputi tanah perkebunan, lahan pertanian hingga beberapa peternakan. Tak cukup disitu, kekayaan yang melimpah telah membuat masyarakat sekitar sangat hormat kepadanya.

Hingga pada suatu hari tersiar kabar Sang Raja di negeri tersebut bermaksud menggelar sebuah pesta untuk orang-orang terdekatnya. Pesta itu akan digelar di istana kerajaan selama dua hari dua malam dan pemuda tersebut menjadi salah satu orang yang diundang Sang Raja.

Hingga waktunya tiba, sang pemuda kaya pun datang memenuhi undangan tersebut.

Pada hari pertama dia datang ke pesta dengan menngunakan pakaian terbaik yang dia punya. Mulai dari sepatu, celana hingga baju, semuanya terbuat dari bahan dan model terbaik di eranya. Sesampainya di pintu masuk istana dia pun disambut bak tamu agung oleh para pengawal.
Malam itu dia juga suskes menyihir para tamu undangan. Selama pesta berlangsung tak sedikit orang-orang yang mengerumuninya.

Sedang di hari kedua dia mengubah penampilannya. Dia mengganti pakaian terbaiknya dengan pakaian yang sederhana layaknya rakyat kecil kebanyakan. Tak nampak lagi hal istimewa seperti malam sebelumnya.

Alhasil dia pun diusir oleh pengawal istana saat hendak memasuki istana. Jangankan masuk ke dalam istana, mendekati pintu masuk pun dia dilarang. Tak ada lagi sorot mata yang memandangi dirinya.

Pada saat itulah dia berpikir, bila  memang yang dinilai adalah pakaianku, mengapa aku harus senang dan bangga. Sebaliknya, bila yang dihina bukan diriku melainkan pakaianku, mengapa aku pun harus bersedih dan berkecil hati?

**
Jika kita begitu dihormati dan disanjung  oleh kebanyakan orang, tidak perlu kita terlalu bangga atau senang.  Sebaliknya bila kita dihina dan dicaci janganlah kita terlalu bersedih. Belum tentu yang dilihat dan dinilai oleh orang lain selalu benar. Karena tidak semua yang kita miliki harus terlihat oleh orang lain.

Cukuplah pujian dan cacian dijadikan renungan untuk terus selalu memperbaiki diri. Bukankah Sang Khalik pun  menilai kita bukan dari harta atau jabatan yang kita miliki, melainkan semata-mata dari keimanan dan ketakwaan.

Semoga kita selalu terjaga dari berbagai penyakit hati, saling mengingatkan dan selalu semangat untuk terus berlomba-lomba mengumpulkan kebaikan. 

Semata-mata untuk mendapat ridlo-Nya.



Keep Learning Keep Growing!!




Selasa, 17 Maret 2015

Karena Asyik Mendengarkan Musik

Musik adalah salah satu hasil cipta rasa dan karsa manusia.Musik dinilai banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Baik itu sebagai media penghibur, media berekspresi, hingga sebagai pemersatu sebuah kelompok masyarakat.

Bagi remaja yang baru merasakan indahnya jatuh cinta, mendengarkan lagu romantis juga bisa membuat suasana hati makin berseri-seri. Bahkan bagi sepasang suami istri yang telah bertahun-tahun menikah pun, mendengarkan musik bisa membangkitkan nostalgia akan masa mudanya.

Lain lagi pada perempuan yang sedang mengandung. Alunan musik klasik konon sangat bagus untuk perkembangan janin di dalam kandungan. Ada pula yang menyebutkan bahwa musik klasik juga membantu perkembangan otak si jabang bayi.

Sedangkan bagi kaum muda yang sedang mencari jati diri, bermain musik bisa dijadikan salah satu wadah untuk berekspresi. Biasanya, mereka akan berkumpul dengan sesama teman yang memiliki kesamaan hobi dan selera musik. Kemudian bersama-sama bermain musik.

Di sinilah mereka akan banyak belajar bagaimana bersinergi dan berkolaborasi satu sama lain. Setidaknya mereka bisa mengalirkan energi masa mudanya pada kegiatan yang positif.
Bahkan berawal dari hobi tersebut, ada beberapa musisi yang tumbuh hingga memiliki basis massa tersendiri. Iwan Fals dikenal dengan OI-nya. Slank terkenal dengan Slankers. Di manapun mereka mengadakan konser, hampir dipastikan konser tersebut akan dipenuhi oleh lautan manusia. Mereka rela mengikuti idolanya di manapun mereka tampil.

Di sisi lain, pemanfaatan musik yang kurang bijaksana justru bisa membahayakan diri sendiri. Tak terhitung sudah berapa kasus kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh pengunaan musik yang berlebihan.

Beberapa kasus kecelakaan mobil yang tertabrak kereta terjadi karena pengendara terlalu asyik mendengarkan musik dan tidak mendengar suara kereta. Belum lagi kasus mobil yang kehilangan kendali setelah pengendara kehilangan fokus saat mengganti channel radio.

Oleh karenanya, pemanfaatan musik perlu ditempatkan sesuai dengan situasi dan porsinya.

Alkisah pada suatu sore seusai jam kerja. Seorang wanita muda nan cantik singgah di sebuah kafe. Di sana dia duduk santai dan membaca majalah sambil asyik menikmati alunan musik. Sesekali diminumnya segelas jus dan dimakannya french fries yang ada di mejanya.

Karena sesuatu hal, muncul tanda-tanda dalam dirinya bahwa dia akan kentut. Supaya tidak terdengar oleh pengunjung lain, dia mencoba kentut mengikuti beat dan irama musik yang didengarnya. Makin kencang hentakan musik yang didengarnya, makin kencang kentut yang dikeluarkan.Hingga beberapa kali dia kentut mengikuti irama musik yang didengarnya. Dia pun tersenyum lega.


Beberapa saat kemudian, dia mulai berkemas dan menghabiskan sisa makanan di meja. Saat beranjak dari tempat duduk, dia heran melihat semua pandangan mata pengunjung tertuju padanya.

Saat itulah dia baru tersadar bahwa dari tadi dia mendengarkan musik melalui headset-nya.

sumber : wallpaperswide.com



Keep Learning, Keep Growing!!