Rabu, 03 Oktober 2012

Inikah Kekuatan Berpikir dan Sugesti?



Sumber : http://www.spiritsnextmove.net
Semasa kuliah dulu, ada sebuah cerita menarik tentang betapa hebatnya kekuatan pikiran atau sugesti. Apa yang terjadi pada diri kita adalah apa yang kita pikirkan atau sebaliknya, apa yang kita pikirkan, maka itulah yang akan terjadi pada kita . Bahkan konon rasa sakit pun dapat dihilangkan hanya dengan menstimulus pikiran.

Nah, diceritakan di sebuah stasiun terdapat petugas yang hendak memperbaiki pendingin ruangan pada salah satu gerbong pengangkut barang. Entah bagaimana ceritanya, sang petugas justru terjebak di dalam gerbong. Hingga kemudian dia menemukan seberkas sinar matahari yang menerobos melalui celah-celah pintu. Dari sinar tersebut dia melihat termometer menunjukkan angka -14 C dan sadar bahwa dirinya terjebak di dalam gerbong es.

Keesokan harinya sang petugas ditemukan meninggal di dalam gerbong tersebut dengan secarik kertas di sampingnya. Sebelum meninggal dia menuliskan betapa tersiksanya terjebak di dalam ruang sempit bertemperatur – 14 C. Setelah diusut ternyata gerbong itulah yang hendak ia perbaiki.

Bila bukan karena kekuatan pikiran, bagaimana mungkin sang petugas bisa merasa tersiksa kedinginan pada gerbong yang  pendingin udaranya rusak?

Berbicara tentang kekuatan berpikir, saya punya cerita tentang pengalaman Latbintalsik (Pelatihan dan pembinaan mental dan fisik) di sebuah kamp militer. Suatu hari semua peserta dibangunkan tengah malam dan dibariskan di lapangan terbuka. Kemudian kami digiring berjalan menuju sebuah tempat dengan mata tertutup.

Para peserta pun mengikuti instruksi para pelatih. Kami berjalan melintasi parit, melewati tanah berbatu, dan berujung pada sebuah sungai. Di sanalah para kami diperintahkan untuk duduk dan berendam di sungai. Kami duduk berdekatan sesuai dengan urutan barisan.

Saya memahami betul konsep kekuatan berpikir atau sugesti. Mulai dari masuk ke sungai hingga berendam, saya sekuat tenaga menciptakan sugesti bahwa air sungai ini hangat. Saya terus memfokuskan pikiran saya bahwa air sungai ini sangat hangat. Ternyata benar! Di detik-detik awal saya rasakan betapa air sungai sangat hangat.

Waktu berendam pun selesai. Masih dengan mata tertutup, kami dibariskan dan digiring kembali menuju sebuah tempat.  Kami pun dipersilahkan untuk sejenak istirahat di sebuah tanah lapang. Sembari meminum jahe hangat, saya berbincang dengan rekan sebelah yang sedari awal berendam di samping saya. Di saat mayoritas peserta mengeluh kedinginan selama berendam, saya ceritakan keberhasilan saya men-sugesti diri sendiri hingga air sungai terasa hangat.

Sejurus kemudian rekan saya buru-buru meminta maaf kepada saya,” Maaf sa, tadi saya gak bisa nahan pipis..”@#$$#!##@!%@#!%....

Keep learning Keep Growing!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar